Seorang pemudi bercerita bahwa
semasa masih Sekolah Dasar (SD) pernah bercita-cita sebagai pembantu rumah
tangga yang bekerja di luar negeri. Dia
berpikir dengan menjadi pembantu di luar negeri maka akan mendapatkan banyak
uang. Selanjutnya Ia akan memakai uang
tersebut untuk membeli handphone.
Mengapa ia bisa berpikir demikian? Hal tersebut dapat terjadi karena
semasa kecil ia sangat dekat dengan tantenya. Kasih sayang tantenya tersebut
dirasakan sangat kuat terhadap dirinya.
Bahkan seperti melebihi kasih sayang dari orangtuanya sendiri.
Oleh karena itu Ia kemudian mengidolakan
tantenya yang pada waktu itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar
negeri. Selanjutnya ia berseloroh,"Mungkin karena itulah sekarang saya
menjadi koster/petugas kebersihan gereja ya?". Bisa saja hal itu memang ada
hubungannya. Namun pada kenyataannya
pemudi tersebut sekarang dapat menyelesaikan pendidikannya sebagai seorang
sarjana psikologi. Kenyataan tersebut bisa terjadi karena pemudi tersebut pada
perkembangannya mendapatkan pengaruh yang lebih kuat lagi dari orang-orang yang
peduli dengan peningkatan masa depan anak melalui pendidikan yang tinggi. Dengan demikian ia terlepas dari cita-cita
masa kecil sebagai pembantu rumah tangga.

