Ilustrasi tentang "Menanggapi Komentar Orang" : Keledai dan pemiliknya


Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir, "Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?"

Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, "Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan."

Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda. "Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?"

Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. "Binatang malang...., ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!"

Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terpingkal-pingkal, "Lihat, manusia keledai memanggul keledai!" sorak mereka.
Jika anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi anda tak akan dapat menyenangkan siapa pun. (Anonim)

YESUS, KEADILAN RESTORATIF DAN PANTANG KEKERASAN (Lukas 6:27-36)

 
Media massa diributkan dengan kecelakaan beruntun yang menewaskan 6 orang dan melukai beberapa orang lainnya di Tol Jagorawi.  Kecelakaan tersebut menjadi semakin ramai dibicarakan karena disebabkan oleh Dul, anak Ahmad Dhani, musisi yang terkenal di Indonesia.  Dul dinyatakan banyak pihak bersalah karena belum cukup umur namun sudah berani mengemudikan mobil.  Dalam hal ini banyak pakar hukum dan lembaga perlindungan anak menekankan penyelesaian masalah dengan konsep keadilan Restoratif.  Keadilan Restoratif lebih menekankan perhatian kepada korban.  Dalam hal ini pelaku secara pribadi atau didukung oleh keluarga dan masyarakat didorong untuk bertanggungjawab terhadap korban.  Menarik sekali dalam kasus ini, Ahmad Dhani sebagai orangtua Dul, menyatakan siap bertanggung jawab terhadap para korban dan keluarganya.  Ahmad Dhani siap menanggung biaya hidup dari anak-anak yang ditinggal mati oleh para korban kecelakaan.  Bahkan Ia berkomitmen untuk mendukung pendidikan mereka hingga setinggi-tingginya.  Bahkan jikalau sampai S3 pun Ahmad Dhani siap membiayai. 
Keadilan Restoratif sangat berbeda dengan keadilan Retributif yang menekankan pembalasan yang setimpal kepada pelaku dan ganti rugi kepada pihak yang berwenang (hakim,jaksa,polisi).  Dalam keadilan Retributif korban tidak mendapatkan perhatian dan kompensasi yang baik.  Sehingga luka secara utuh dari korban ditanggung korban sendiri.  Keadilan Restoratif ini cukup menarik untuk dikaji lebih dalam lagi sebagai dasar dari tatanan bermasyarakat kita sekarang ini. 
Keadilan Restoratif akan dapat dilakukan dengan baik oleh pelaku maupun korban jikalau keduanya mempunyai Jiwa kasih seperti yang Tuhan Yesus ajarkan dalam Lukas 6:27-36.  Poin pentingnya adalah “mengasihi” , “berbuatlah baik” (ay.27), “Mintalah berkat bagi pihak lain/memberkati/mengampuni” (ay.28), “berdoalah untuk yang lain”(ay.28), “Berilah kepada orang yang meminta kepadamu”(ay.30), “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu perbuatlah juga demikian kepada mereka” (ay.31), “berharap pada upah  atau pembalasan yang baik dari Allah yang maha tinggi” (aya.35), dan “hendaklah bermurah hati” (ay.36).
Dalam hal ini pelaku didorong untuk mempunyai kesadaran  rasa belas kasihan yang tinggi kepada korbannya.  Pelaku didorong aktif memulihkan kondisi jasmani dan rohani dari korbannya seturut dengan kemampuannya pribadi dengan didukung dengan pihaknya.  Sedangkan korban belajar mengampuni dan secara terbuka menerima bentuk pertobatan dan tanggungjawab  dari pelaku.  Korban diajar untuk menerima damai sejahtera dari kuasa pengampunan karena tidak menuntut pelaku dengan pembalasan yang setimpal.  Proses ini akan memutus lingkaran tiada akhir dari dendam yang melahirkan kekerasan baru dan korban yang lebih banyak.  Justru keadilan ini akan membawa pemulihan dan pertobatan bagi kedua belah pihak. (IFW)



PENTING !!! SURAT DARI BAPA DI SURGA



         [Keterangan : Pada hari jumat, 9 Agustus 2013, Antara pukul 01.00 WIB-03.00 WIB dini hari, Seorang remaja GKMI Srumbung Gunung berinisial KH mendapatkan pernyataan Roh dari Tuhan lewat hikmat dan penglihatan.  Tuhan menyuruh KH untuk menuliskan pernyataan Roh itu sebagai kerinduan hati Bapa kepada umatNya, Kami persilahkan pembaca untuk membacanya berulang-ulang dan merenungkannya.Tuhan memberkati.]


Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- 
bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; 
maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat,
 dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan,
 dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
(Kisah Para Rasul 2:17)
 

         Dengan perantaraan seorang anak-Ku, Aku memberikannya hikmat dan akal budi, untuk menyampaikan apa yang ingin Aku sampaikan kepada mu, anak anak-Ku yang membaca surat dari-Ku ini. Dari tahta-Ku, Aku melihat ladang anggur yang sangat amat luas. Ladang anggur itu, sudah sering dilewati pekerja pekerja-Ku yang lain untuk disirami, dipupuki. Sudah lama waktu Aku melihat ladang itu dengan pekerjaKu yang menyirami dan merawat tanaman anggur itu. Dan beberapa waktu lalu, mulai terlihat pohon pohon anggur tersebut, yang selama ini telah ditanam dan dirawat oleh pekerja pekerja-Ku mulai menghasilkan buahnya. Tidak terkira, betapa bahagianya hati-KU, ketika pekerja-pekerjaKu semakin giat merawat pohon pohon itu.

         Telah tiba saat yang paling Aku tunggu, yaitu matangnya buah-buah anggur-Ku. Warnanya yang ungu mengkilap nan elok di pandang. Indah dan mendamaikan hati-Ku, saat Aku melihat mereka sudah matang dan sudah siap untuk di petik, dan di sajikan untukKu dan untuk para pekerjaKu.

         Aku sangat berharap, buah anggur yang matang indah nan elok itu, dipetik dan disajikan bagi-KU. Tetapi, apa yang Ku lihat? Pekerja-pekerja Ku, di ladang yang mulai berbuah lebat, semakin sedikit jumlah pekerjanya. Pekerja-pekerja yang tadinya banyak mengerumuni dan merawat pohon anggur yang belum berbuah lebat dan dipersiapkan untuk di panen, berpindah haluan ke bagian ladang yang kosong, kemudian melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, menanam benih yang masih ada di perbendaharaan-Ku, kemudian merawatnya kembali, sehingga mulai tumbuh dan muncul tunas tunas anggur baru.

         Saat Aku menengok ke perbendaharaan benih-KU, aku melihat jumlah benih benih sudah mulai menipis. Jika benih benih itu tidak segera ditambah, berarti persediaan benih akan habis. Jika benih habis, akan Kuapakan ladang Ku yang luas dan masih ada bagian kosongnya? Masakan harus Aku buat untuk lahan rumah anak anak-Ku lagi? Sedangkan jika Aku melihat dari TAHTA-KU, lahan untuk rumah anak anak-Ku, masih terlalu luas dan masih banyak rumah yang kosong, dan tanah dengan bahan-bahan yang anak anakKu kumpulkan semenjak masih di bumi, yang Kupersiapkan untuk jadi rumah bagi anak anakKU yang nantinya tinggal bersamaKU.

        Oleh karena itu, melalui surat ini, Aku bahagia bercampur gelisah, di TahtaKU. Aku berbahagia, karena cantik nan elok dipandang buah buah yang siap panen itu. Tapi buat apa buah berada di pohonnya? Bukankah jika dibiarkan begitu saja buah yang matang, lama kelamaan akan jatuh dan membusuk di tanah? Bukankah buah harusnya dipetik dan digunakan untuk mengenyangkan dan bijinya bisa jadi benih lagi, sehingga persediaan benih tidak cepat habis?

Bukankah Aku pernah berfirman, agar ladangKu dipenuhi dengan pohon anggur yang sangat banyak? Tetapi inilah yang ada sekarang, persediaan benih sudah mulai menipis. Bagaimanakah caranya untuk menambah benih benih?

         Ya, harus ada pekerja-pekerja yang mau meninggalkan pekerjaannya sebagai penanam menjadi pemanen/penuai. Aku memerlukan banyak penuai untuk menuai tuaian yang masih segar itu. Sudah beberapa waktu Aku melihat, memang ada pekerja-pekerja yang mulai berpindah untuk menuai. Tapi masih kurang. Aku tidak mau ada satupun buah yang terjatuh kemudian menjadi busuk di tanah.

Walaupun akan menjadi penyubur tanah, apakah tanahKU kurang subur? Sangat amat subur tanahKu. Apapun yang di tanam dalam tanahKU, pasti akan tumbuh dan berbuah indah dan lezat. Lagipula, Aku pun menyediakan pupuk khusus untuk tanaman di tanahKU.

         Karena itu, anak anakKu yang mulai menjadi pekerja di ladangKU, marilah sebagian besar dari kalian, setelah membaca atau mendengar suratKU ini, mulai menuai anggur yang indah nan elok itu, jangan sampai mereka membusuk sebelum kamu menuainya. Dan sebagian dari kamu, mulailah menyiangi dan mempersiapkan benih yang baru untuk dipakai sesamamu pekerja yang masih mempersiapkan tanaman baru, supaya semakin penuhlah tanahKU dan semakin banyaklah persiapan kita untuk hari esok, pada saat hari pesta datang.


"Siapa Bertelinga, hendaklah ia mendengar !"
(Matius 11:12) 

"MENJADIKAN ANAK MILITAN"



 Didiklah anakmu,
maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu,
dan mendatangkan sukacita kepadamu”
(Amsal 29:17)


Suatu kali saya terkejut melihat seorang anak usia 3 tahun meludahi ayahnya ketika marah.  Padahal saya yakin orangtuanya tidak mungkin mengajari anak tersebut berprilaku seperti itu.  Ada juga anak yang berbicara kotor kalau marah meski keluarga tidak mengajarkannya demikian.  Lalu darimana anak tersebut belajar ?  Bisa jadi dari lingkungan bermainnya bersama dengan teman-temannya.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter sangatlah kuat.  Apabila kita tidak memfokuskan perhatian untuk membentuk anak kita maka jangan salahkan lingkungan yang akan membentuk karakter anak tersebut.  Apabila lingkungannya baik tidak menjadi masalah, namun jikalau lingkungannya jahat maka akan menjadi dampak yang buruk bagi anak itu sendiri, keluarga dan masyarakat.
Amsal mengajar kita para orangtua untuk serius mendidik anak-anak agar dapat membawa ketentraman dan sukacita (Amsal 29:17). Anak perlu dididik dengan disiplin yang tinggi.  Amsal menggambarkan pendidikan semacam itu dengan menggunakan tongkat (29:15).  Ia mengatakan bahwa mendidik dengan tongkat (baca disiplin yang tinggi) justru memperlihatkan kasih sayang orangtua yang mendalam kepada anaknya (13:24).  Mari didik anak kita menjadi militant didalam Tuhan.  Membentuk anak yang mempunyai karakter kuat cinta Tuhan dan sesama, meneladani tindakan Tuhan Yesus.(IFW)

"BERSUKACITA DALAM PENGHARAPAN"


“Bersukacitalah dalam pengharapan,
 sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”
Roma 12:12

Hari-hari ini Saya merasakan beban dan tantangan yang tidak ringan hampir menyeluruh dalam kehidupan jemaat.  Ada masalah keuangan, persoalan rumah tangga, pencobaan, pekerjaan dan yang lainnya.  Seakan-akan kegelapan melingkupi atmosfer dalam jemaat kita.  Namun ada satu keyakinan dalam diri yang sangat kuat bahwa ini semua justru menjadi momentum untuk pembaharuan iman didalam jemaat secara keseluruhan.  Namun Saya juga merasakan Tuhan sangat kuat berbicara bahwa pemulihan secara utuh akan melingkupi seluruh jemaat apabila jemaat tetap taat dan setia kepadaNya. 
Dalam kondisi yang berat seperti sekarang ini seruan Paulus sangat penting untuk memberi kekuatan baru.  “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12).  Dengan kata lain Paulus menasehatkan untuk tetap mempunyai sikap yang optimis bahwa Tuhan pasti menolong dalam mengatasi segala persoalan.  Badai pasti berlalu !  Oleh karena itu tidak boleh berputus asa atau “nglokro”alias malas atau menjauh dari Tuhan.  Mesti sabar dan bertahan dalam situasi sulit ini.  Selanjutnya supaya tidak menjadi lemah maka bertekun dalam doa harus menjadi disiplin rohani yang penting untuk dilaksanakan.  Bergaul dengan Tuhan, bertanya kepadaNya, mencari kehendakNya saja.
Yakinlah Tuhan menguatkan dan memberi jalan keluar.  Tidak pernah Ia tinggalkan kita sendirian. Tuhan itu Imanuel, Dia benar-benar menyertai kita. (IFW)


“YESUS SUMBER KELEGAAN” (Matius 11:28-30)



Apakah Saudara saat ini merasakan seperti melakukan perjalanan panjang yang melelahkan seorang diri? Kesepian, kelelahan, hampir putus asa dan merasakan kegersangan hidup yang tiada tara? Jikalau benar demikian panggilan Tuhan Yesus patut diperhatikan dengan seksama, ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan/Padha mrénéa, kowé sing padha sayah merga mikul abot. Kowé bakal Dakparengaké ngaso. Dhawuh-Ku lakonana lan pitutur-Ku gatèkna, atimu mesthi bakal ayem, merga Aku iki alus ing budi lan andhap-asor. Awit dhawuh-Ku kuwi ora angèl lan momotan-Ku mau ènthèng.” (Matius 11:28-30).
Tuhan mengundang kita semua yang mempunyai beban permasalahan entah karena tekanan dunia yang demikian keras ataupun karena dosa.  Siapa saja yang bersedia datang akan diberi ketenangan yang dalam bahasa aslinya ditulis Anapano, berarti disegarkan kembali,di refresh, di beri kekuatan baru. Dalam Alkitab versi American Standard kata ketenangan di tulis dengan rest yang berarti diberi istirahat. Istirahat dari jiwa yang tidak tenang/kemrungsung, dan dari pikiran yang kacau tak bertujuan.
Lalu bagaimana caranya kita datang menghadap Tuhan ? Alkitab bahasa Jawa menulis dengan tajam,”Dhawuhku lakonana lan pituturku gatekna/FirmanKu lakukanlah dan ajaranku pahamilah”. Setelah itu dilakukan Tuhan menjanjikan sebuah kondisi yang kita rindukan bersama, “Atimu mesti bakal ayem/Hatimu pasti mendapatkan damai sejahtera alias kelegaan”.
Anda ingin dipulihkan secara utuh ? Anda secara pribadi ataupun keluarga ? Maka tidak bisa tidak, jalan yang harus ditempuh adalah jalan rohani, datang pada Tuhan Yesus, pahami dan lakukan Firman Tuhan.(IFW)


"Good Bay Major's Family...Welcome Eric's Family"



Salatiga(20/2/13). Pastor Iwan and Teguh Nugroho visited Major's family (Major, Karen and Edward) at Salatiga.  Major's family finished their ministry as a cordinator of youth exchange program of MCC (Mennonite Central Committe) Indonesia.  They have serviced at Indonesia about 4 years. At that time, They always connected to GKMI Srumbung Gunung Community. Next they will starting their  new ministry at United State.  And to change Major's family position, MCC trusted to Eric Family (Eric and Kim).

GKMI Srumbung Gunung Community pray to both of them, Major's family and Eric family, So that God Bless their new ministry.

SPARTAKUS BERKUNJUNG KE GKMI SRUMBUNG GUNUNG




Srumbung Gunung (8/2/13). Jumat petang di GKMI Srumbung Gunung dipenuhi oleh pemuda dan pemudi dari gereja-gereja sekitar Bawen.   Mereka datang untuk mendengarkan sosialisasi mengenai sebuah gerakan pemuda yang diberi nama Spartakus.

Spartakus merupakan gerakan pemuda yang bergumul mengenai masalah kebangsaan.  Fokus kepada kepedulian terhadap kaum lemah atau lebih sering disebut menekankan pada preferential option for the poor.

Gerakan ini bercita-cita mengkoordinasi para pemuda Kristen untuk diajak mempunyai kesadaran dalam berbuat sesuatu untuk bangsa Indonesia.  Mereka merindukan terwujudnya pemuda Kristen yang Kritis dan berwawasan luas sehingga kelak bisa turut berjuang menciptakan kehidupan berbangsa yang lebih adil dan bermartabat.

Beberapa aktivis yang membidani lahirnya Spartakus dan hadir dalam pertemuan itu  adalah Pdt.Rudiyanto, Pdt.Denny Dwiatmaja, Ibu Anggrek dan beberapa kawan yang lainnya.  Mereka kebanyakan menjadi  komunitas kampus Sekolah Tinggi Theologia Abdiel di Ungaran.

Kiranya perjuangan Spartakus untuk mencetak generasi muda Kristen yang militan, kritis, berwawasan luas dan patriotik mendapatkan rahmat dari Tuhan Yesus Kristus.

KKR DI GKMI SRUMBUNG GUNUNG








Srumbung Gunung (19/2/13). Selasa petang gedung gereja GKMI Srumbung Gunung dipadati oleh jemaat sendiri dan juga  dari gereja-gereja sekitar.  Mereka mengikuti kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dipimpin oleh Pastor Robert dari Australia sebagai pembicara.

KKR berlangsung dengan semarak dan penuh semangat.  Pastor Robert  berkotbah dengan diterjemahkan oleh Pdt.Rudy dari gereja Baptis Ambarawa.
Pada kesempatan itu paduan suara anak dari panti Asuhan Eklesia Bawen juga hadir untuk mengisi acara.  Puji-pujian mereka sangat merdu dan membikin suasana menjadi haru.

KKR berlangsung lancar dan memberkati banyak jemaat.  Beberapa jemaat gereja yang hadir adalah GPDI Sorogenen (Pdt.Jason), GKAI Jimbaran, (Pdt.Sintong) juga Hamba Tuhan dan pengurus GKMI Kalilangse(Pdt.Budi Widyo) dan GKMI Margorejo (Bp.Samuel Wijaya)  Sekitar pukul 21.00 WIB ibadah KKR usai.

Mencintai

MENCINTAI
By. Natzar Putro

* Mencintai bukanlah bagaimana kamu melakukan, melainkan bagaimana kamu memanfaatkan
* Mencintai bukanlah kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mendengarkan
* Mencintai bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan
* Mencintai bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.
 

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah terlupakan dan tak akan pernah hilang. Dalam urasan cinta, kita sangat jarang menang, tetapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kamu tetap menang hanya karena kamu mencintai seseorang lebih daripada kamu mencintai dirimu sendiri.
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kamu. Melainkan kamu menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kamu melepaskannya. Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang jangan lepaskan dia! Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berati kamu benar-benar mencintai. Melainkan berjuanglah demi cintamu. Itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan bersama dengan orang tersedia. Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada orang yang berada di sekelilingmu. Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang hanya untuk seseorang. kadang kala orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu. Dan kadang kala, teman yang membawa kamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari

“Pengaruh Pemberian Cokelat Terhadap Kemampuan Problem Solving”*




              
Kita adalah orang-orang yang hidup dalam dunia yang berubah sangat cepat. Perubahan tersebut semakin lama semakin kompleks dan menimbulkan berbagai macam masalah. Masalah tersebut muncul dari berbagai macam ukuran dan bentuk, dari yang kecil dan sederhana hingga yang besar dan kompleks atau sebaliknya. Hal itu menuntut kita sebagai manusia untuk memiliki kemampuan menyelesaikan masalah atau kemampuan problem solving dengan baik dan bijaksana.
Siapa yang tidak suka makan cokelat? mungkin beberapa diantara kita ada yang tidak suka makan cokelat. Tetapi pasti banyak juga yang sangat suka makan coklat karena rasanya yang enak dilidah. Tetapi apakah anda tahu bahwa cokelat itu dapat mempengaruhi kemampuan problem solving seseorang? Sebelum saya membahasnya saya akan menjelaskan apa itu definisi cokelat dan problem solving.

v  COKELAT
Cokelat adalah hasil makanan dan minuman yang berasal dari biji kakao. Makanan dan minuman tersebut identik dengan rasa yang manis dan memberikan kesan rileks setelah memakannya. Cokelat juga memiliki manfaat bagi tubuh, yaitu mampu menurunkan kadar kolesterol, sebagai korektor kerja kimiawi dalam tubuh, antioxidan, dan mampu menenangkan serta memperbaiki suasana hati.
v  PROBLEM SOLVING
Problem solving adalah sebuah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dengan tujuan menghasilkan alternatif tindakan yang tepat bagi penyelesaian masalah tersebut.
Sekarang kita sudah paham tentang definisi cokelat dan problem solving. Lalu apakah benar coklat dapat mempengaruhi problem solving seseorang ? ya, coklat memang mempunyai pengaruh terhadap kemampuan problem Solving seseorang. Hal ini Saya buktikan melalui sebuah penelitian yang dibantu oleh sembilan teman yang lain. Saya meneliti 20 mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik angkatan 2010 Universitas Diponegoro. Mahasiswa tersebut dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol (tidak diberi cokelat) dan kelompok eksperimen (diberi cokelat). Setelah memakan coklat batang maka kelompok eksperimen diberi selang waktu 15 menit.  Sehingga cokelat yang baru dikonsumsi itu bisa bereaksi untuk memunculkan efek ketenangan dalam diri subjek. Setelah selang waktu 15 menit kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diberi soal yang sama. Waktu yang diberikan kepada kedua kelompok tersebut juga sama yaitu 90 menit.  Setelah itu masing-masing jawaban dari kedua kelompok diperiksa.  Ternyata kelompok eksperimen, yaitu  kelompok yang diberi cokelat mendapatkan hasil yang lebih baik dari kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberi cokelat.
            Hasil penelitian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut, bahwa coklat  mengandung zat dopamine, yaitu zat yang menghasilkan efek ketenangan. Prinsipnya efek ketenangan yang dihasilkan oleh zat dopamine tersebut akan mengoptimalkan seseorang didalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
 Oleh karena itu tidak ada salahnya apabila pemberian cokelat itu dicoba dalam suatu rapat pengurus gereja. Jadi sebelum rapat dimulai cobalah untuk memberikan cokelat kepada pengurus gereja untuk dimakan, dan kemudian berikan selang waktu 15 menit supaya cokelat yang baru dikonsumsi itu benar-benar bisa membuat suasana hati jadi tenang. Maka rapat pun akan berjalan dengan lancar dan para penguruspun pasti akan lebih bisa memberikan pendapat-pendapatnya dengan lebih baik lagi.  Di samping itu coklat akan berpengaruh dalam menciptakan semangat dari para anggota yang mengikuti rapat gereja.

INGAT JANGAN SALAH PILIH COKLAT!!!!!!!..........................
Pilihlah coklat yang  baik yaitu coklat yang dapat memberikan efek problem solving. Coklat yang baik adalah cokelat yang mengandung banyak minyak kokoa (cocoa butter) dan atau kokoa padat (cocoa solid). Coklat semacam itu dihasilkan dari komponen non-lemak pada biji cokelat yang digiling. Kita dapat mengetahui coklat yang baik berdasarkan dari warnanya:
a.       Cokelat hitam murni mengandung setidaknya 70% kokoa (padat dan minyak).
b.      Cokelat susu biasanya mengandung sekitar 50% kokoa.
c.       Sementara cokelat putih berkualitas bagus hanya mengandung sekitar 33%  kokoa.
Jadi cokelat berkualitas tinggi adalah cokelat yang mengandung sekitar 70% kokoa. Kandungan tersebut biasanya terdapat dalam cokelat hitam atau dark chocolate.  Coklat tersebut mengandung lebih sedikit gula dan  minyak nabati, juga mengandung lebih sedikit kalori yang tentunya lebih sehat dan baik untuk dikonsumsi manusia.  Akhirnya, selamat mencoba  makan coklat sebelum rapat....

By : Rachel Dita Dara Kariza
                                                                       ^_____^

* Tulisan ini merupakan ringkasan dari karya tulis dari Sdri.Dita Dara Kariza yang  mendapatkan penghargaan sebagai juara Pertama dalam lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata  Semarang pada tahun 2012